Penting sekali di era saat ini para generasi muda meningkatkan kesadaran untuk melestarikan lingkungan demi keberlangsungan masa depan. Jangan lupa, melestarikan keanekaragaman hayati pun juga harus menjadi prioritas bangsa karena keanekaragaman hayati berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam yang bersih di mana seluruh spesies yang terdapat di dalamnya hidup saling bergantung satu dengan yang lain.

Nah, Podcast Pojok Hijau episode 3 kali ini menghadirkan diskusi inspiratif bersama Aeshnina Azzahra Aqilani, seorang aktivis muda asal Gresik yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya sampah plastik dan mikroplastik. Dalam episode ini, Nina membagikan perjalanan aktivismenya, tantangan menjaga lingkungan, hingga pentingnya peran generasi muda dalam melindungi bumi untuk masa depan.

Insight Podcast

Mengapa Nina mulai peduli terhadap isu lingkungan?

Nina menjelaskan bahwa kepeduliannya terhadap lingkungan tumbuh sejak kecil karena kedua orang tuanya merupakan aktivis lingkungan dan peneliti sungai. Sejak kecil, ia sering diajak melakukan penelitian lapangan ke sungai, hutan, pantai, hingga gunung.

Menurut Nina, pengalaman melihat perubahan kondisi Sungai Brantas menjadi titik penting yang membuatnya mulai aktif bergerak. Sungai yang dahulu bersih dan jernih kini dipenuhi:

  • limbah industri,
  • sampah plastik,
  • dan pencemaran rumah tangga.

Ia merasa generasi muda tidak bisa tinggal diam melihat kerusakan lingkungan yang terus terjadi karena dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang.


Apa itu River Warrior Indonesia?

River Warrior Indonesia merupakan komunitas anak muda yang fokus pada isu pencemaran sungai, khususnya Sungai Brantas.

Komunitas ini didirikan pada tahun 2019 dan memiliki tujuan:

  • mengurangi sampah plastik sekali pakai,
  • mengedukasi masyarakat tentang pencemaran sungai,
  • serta mendorong perlindungan lingkungan melalui aksi nyata.

Nama “River Warrior” dipilih karena komunitas ini ingin menjadi:

“prajurit penjaga sungai”

yang aktif melindungi sungai dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.


Mengapa Sungai Brantas menjadi perhatian utama?

Menurut Nina, Sungai Brantas memiliki peran sangat penting karena menjadi sumber air bagi jutaan masyarakat, termasuk sebagai bahan baku air minum di wilayah Surabaya.

Namun ironisnya, di bagian hulu sungai banyak ditemukan:

  • limbah industri,
  • sampah rumah tangga,
  • dan bangunan ilegal di bantaran sungai.

Akibatnya, kualitas air sungai terus menurun dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Karena itu, River Warrior Indonesia aktif melakukan:

  • susur sungai,
  • pengambilan sampel air,
  • dokumentasi pencemaran,
  • hingga pelaporan kepada pemerintah daerah.

Bagaimana cara Nina mengedukasi anak muda tentang lingkungan?

Nina percaya bahwa edukasi lingkungan harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan agar mudah diterima anak muda.

Beberapa cara yang dilakukan antara lain:

  • membuat video pendek,
  • membuat konten media sosial,
  • mengadakan pameran sampah plastik,
  • hingga berdiskusi langsung dengan teman-teman sekolah.

Ia juga membuat akun edukasi tentang mikroplastik dan menggunakan karakter visual agar isu lingkungan terasa lebih dekat dengan anak muda.

Menurut Nina, proses edukasi membutuhkan:

  • kesabaran,
  • konsistensi,
  • dan pendekatan yang relatable bagi generasi muda.

Mengapa sampah plastik menjadi masalah besar?

Dalam podcast dijelaskan bahwa sampah plastik sangat sulit terurai di lingkungan. Plastik hanya akan terpecah menjadi bagian-bagian kecil yang disebut mikroplastik.

Menurut Nina:

  • mikroplastik dapat berasal dari pakaian,
  • botol plastik,
  • kemasan makanan,
  • kosmetik,
  • hingga barang elektronik.

Mikroplastik kemudian masuk ke sungai, laut, udara, bahkan rantai makanan manusia.


Apa bahaya mikroplastik bagi manusia dan lingkungan?

Nina menjelaskan bahwa mikroplastik berukuran sangat kecil sehingga dapat:

  • masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan udara,
  • terserap ke dalam aliran darah,
  • bahkan ditemukan di organ tubuh manusia.

Menurut penjelasannya, mikroplastik juga dapat menyerap:

  • logam berat,
  • pestisida,
  • limbah industri,
  • dan berbagai zat berbahaya lainnya.

Ia menyoroti kekhawatirannya terhadap dampak jangka panjang mikroplastik, termasuk gangguan hormon dan kesehatan manusia.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.


Mengapa generasi muda memiliki peran penting dalam isu lingkungan?

Menurut Nina, suara anak muda justru sering lebih mudah menarik perhatian publik dan media.

Ia percaya bahwa generasi muda memiliki kekuatan untuk:

  • membangun kesadaran masyarakat,
  • memengaruhi kebijakan,
  • dan menggerakkan perubahan sosial.

Karena itu, ia mengajak anak-anak muda untuk tidak takut menyampaikan aspirasi dan mulai bergerak dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan sehari-hari.


Apa tantangan terbesar menjadi aktivis lingkungan di Indonesia?

Nina menyebut bahwa salah satu tantangan terbesar adalah:

  • rendahnya kesadaran masyarakat,
  • ketergantungan pada plastik sekali pakai,
  • dan lemahnya penegakan regulasi lingkungan.

Ia juga menyoroti bahwa banyak regulasi sebenarnya sudah ada, tetapi implementasinya sering tidak berjalan konsisten.

Selain itu, edukasi lingkungan juga membutuhkan proses panjang karena masyarakat sudah terbiasa dengan budaya praktis menggunakan plastik.


Apa perbedaan gerakan lingkungan di Indonesia dan luar negeri?

Nina membagikan pengalamannya saat menghadiri berbagai kegiatan lingkungan internasional di Netherlands dan United Kingdom, termasuk forum terkait perubahan iklim dan pencemaran plastik.

Menurutnya, masyarakat di beberapa negara Eropa sudah memiliki kesadaran lingkungan yang lebih tinggi, misalnya:

  • penggunaan transportasi umum dan sepeda,
  • pembatasan kantong plastik,
  • penggunaan reusable packaging,
  • hingga partisipasi masyarakat dalam aksi iklim.

Namun, ia juga menyoroti ironi bahwa beberapa negara maju masih mengekspor sampah plastik mereka ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Karena itu, Nina menilai Indonesia perlu lebih berani menolak impor sampah plastik dan memperkuat perlindungan lingkungan dalam negeri.


Mengapa pengurangan plastik lebih penting daripada daur ulang?

Salah satu insight penting yang disampaikan Nina adalah bahwa:

daur ulang bukan solusi utama.

Menurutnya, proses daur ulang plastik:

  • tetap menghasilkan limbah,
  • membutuhkan biaya besar,
  • dan tidak semua jenis plastik bisa didaur ulang.

Karena itu, langkah yang lebih penting adalah:

  • mengurangi penggunaan plastik sejak awal,
  • menggunakan barang pakai ulang,
  • dan mengubah pola konsumsi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya konsep:

  • reduce,
  • reuse,
  • dan perubahan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Apa pengalaman paling berkesan bagi Nina dalam gerakan lingkungan internasional?

Nina membagikan pengalamannya saat menjadi pembicara dalam berbagai forum internasional terkait isu plastik dan perubahan iklim.

Ia bertemu dengan:

  • aktivis muda dari berbagai negara,
  • peneliti mikroplastik,
  • hingga komunitas lingkungan global.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa isu pencemaran plastik adalah masalah global yang membutuhkan kerja sama lintas negara. Ia juga merasa semakin termotivasi setelah melihat banyak anak muda dunia yang memiliki semangat serupa dalam memperjuangkan lingkungan.


Apa pesan Nina untuk generasi muda Indonesia?

Di akhir podcast, Nina mengajak generasi muda untuk mulai bergerak dari langkah kecil yang konsisten.

Ia menekankan pentingnya:

  • membangun kesadaran lingkungan,
  • mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,
  • dan mulai melakukan aksi nyata bersama komunitas maupun lingkungan sekitar.

Menurut Nina, perubahan besar tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi harus dimulai dari:

  • edukasi,
  • aksi kolektif,
  • dan keberanian untuk peduli terhadap masa depan bumi.

Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan yang sehat merupakan investasi penting bagi generasi mendatang agar tetap dapat menikmati:

  • udara bersih,
  • air bersih,
  • dan alam yang lestari.
FOLLOW AND SUBSCRIBE
Episodes

Sang Guru Cilik Pejuang Lingkungan | Ep 3

oleh Bincang Energi time to read: 4 min
0